Sunday, March 16, 2014

Balas Dendam? Apakah Perlu?


Minggu ini Jakarta, bahkan Indonesia..  lagi ramai sekali membicarakan kasus pembunuhan seorang remaja yang dibunuh oleh mantan pacarnya dan kekasihnya dan mereka masih berusia 19 tahun! for god sake! what the hell is wrong with their logic! 

Barusan, pas lagi siaran.. seperti biasa saya baca-baca artikel untuk di share ke Boys n Girls.. and i found this article on Vemale.com.. 

Balas Dendam Pada Mantan Kekasih, Penting Nggak Sih?

Beberapa hubungan asmara ternyata memiliki tanggal kadaluarsa, di mana pada akhirnya hubungan yang tadinya manis harus berakhir. Sayangnya, berakhirnya sebuah hubungan kerap diwarnai dengan dendam.
Sebenarnya balas dendam setelah putus itu penting nggak sih untuk dilakukan?
Balas dendam biasanya dilakukan karena ingin mengambil kembali harga diri dan memulihkan rasa sakit yang muncul karena putus cinta atau karena ulah mantan pacar. Timbul rasa puas ketika dendam sudah terbalaskan.
Misalnya seperti dalam skenario film, di mana seorang wanita yang kurang cantik dikhianati cintanya dan diduakan. Ia kemudian berusaha membalas dendam dengan mengubah penampilan dirinya dan membuat mantannya jatuh cinta kembali. Setelah mantannya berhasil kembali, ia mencampakkannya dan memilih pria lain.
Impaskah tindakan itu?
Bisa ya, bisa tidak.
Sebelum melakukan balas dendam pada mantan kekasih, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan.
Dari sisi moral
Pikirkan pertanggung jawaban moral yang harus diemban oleh keluarga atau orang terdekat apabila suatu saat masalah cinta Anda ini malah berkembang menjadi sesuatu yang salah. Dengan mengakhiri hubungan, maka usai sudah kontak Anda dengan mantan kekasih. Lebih baik buka lembaran baru sehingga hidup Anda bisa menjadi lebih tenang.
Balas dendam hanya akan memicu timbulnya masalah lain, yang mungkin tak terduga sebelumnya.
Pasti ada efek sampingnya
Perasaan kesal, emosi, akan bercampur menjadi satu sehingga menyudutkan seseorang di sebuah titik. Perasaan tersebut apabila tak dikendalikan bisa memicu efek samping lain, yang bahkan mungkin lebih merugikan Anda.
Misalnya saja apabila si mantan malah tidak terima dan bermaksud membalas kembali aksi Anda. Bukankah ini akan menjadi perang yang tak akan pernah usai?
Memunculkan kebencian
Mereka yang putus cinta, suatu saat apabila bertemu dimungkinkan masih tetap bisa menjalin hubungan atau pertemanan. Tetapi, apabila aksi dendam sudah berbicara, yang muncul dari hubungan keduanya adalah kebencian.
Bahkan kebencian tersebut bisa diturunkan dan mendarah daging pada generasi selanjutnya, yang padahal tidak pernah tahu duduk permasalahannya di mana.
Apabila saat ini Anda sedang dipengaruhi emosi karena telah dikhianati dan ditinggalkan, pertimbangkan kembali keinginan untuk balas dendam. Percaya saja bahwa karma itu ada, dan apa yang dilakukan olehnya akan terbayar suatu saat nanti.

Well, ok! Ngomong memang mudah. Yang lebih gila-nya lagi, belom sempet saya publish tulisan yang ini (ada di draft karna belum selesai :p) eeh ada lagi berita pembunuhan ABG berumur 16th oleh mantan-nya hanya karna gak bisa move on!! Ya allah.. Sudah benar-benar punah kah rasa empati anak-anak itu? Taukah mereka jika tindakam mereka itu mempengaruhi masa depan mereka? Cita-cita mereka? Mimpi-mimpi mereka? 

Semoga, ini yang terakhir! Membunuh karena alasan yang sangat sepele. Tidak ada lagi balas dendam dengan cara main hakim sendiri. You know what? Menurut saya.. The best revenge is happiness.. Show your happiness instead of being a killer! 

xo, Febicil