Sunday, April 21, 2013

Selamat Hari Kartini 2013




Hari Kartini, begitulah kebanyakan dari kita menyebutnya. Hari yang biasanya diperingati oleh kebanyakan kaum perempuan. Tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini setelah Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan tanggal 21 April merupakan tanggal dimana memperingati Hari Kartini.

Di hari Kartini ini gue jadi Moderator di acara Women in Love yang diadain sama Coffee Toffee Hanglekir Jakarta. Topik yang diangkat sangat menarik, yaitu tentang Pelecehan seksual terhadap kaum wanita. Ada dua nara sumber yang hadir pada malam itu. Pertama dari sebuah komunitas yang concern terhadap pelecehan seksual terhadap wanita khususnya pemerkosaan. Kedua, salah satu komunitas yang mentraining para anggotanya untuk defense dalam situasi-situasi terdesak.

Talkshow nya sangat menarik sampai muncul perdebatan antara gue dan salah satu narasumber di talkshow tersebut. Ada beberapa pendapat mereka yang kontradiksi sama gue.

1 Wanita punya hak untuk menggunakan rok mini dan baju sexy kemanapun mereka pergi. Opini gue adalah, oh ya betul sekali menggunakan apapun aalah hak kita sebagai kaum perempuan kita sebagai kartini modern yang berpendidikan seharusnya tau bagaimana cara menempatkan diri. Gak mungkin kan ke pasar atau ke terminal-terminal tengah malam menggunakan rok mini? Jawaban mereka “kenapa ga boleh? That’s our right” hmmm…
2.       Jangan salahkan wanita yang pake rok mini dong? Salahkan mindset si pria-pria yang melihat paha mulus itu. Waduh! Menurut gue, segala sesuatu yang terjadi di dunia ini pasti ada sebab kemudian akibat. Ya kalo pake rok mini ke daerah yang rawan, terminal senen misalnya jam 12 malam. Sukur-sukur cuman jadi pusat perhatian, lah kalo ada beberapa orang yang tanpa sengaja “terundang” untuk menikmati paha mulus yang kemana-kemana itu gimana?? Bahkan di club aja yang isinya rok pendek semua, ngangkang-ngangkang ga jelas bisa terjadi pemerkosaan, apalagi didaerah rawan. 
3.       Di Afghanistan wanita yang memakai cadar saja bisa diperkosa, berarti bukan salah rok mini dong?.  Satu fakta yang sangat miris dan menyayat hati, bahwa wanita di Afghanistan dilahirkan untuk diperbudak oleh kaum pria. Bahkan, Di Afghanistan, wanita korban pemerkosaan akan dipenjara dengan tuduhan perzinahan. Untuk bebas dari tuduhan tersebut, ia harus menikahi pelaku pemerkosaan. Gila gak tuh! Udah dia yang jadi korban, dia yang dipenjara. So back again, seperti yang gue bilang bahwa segala sesuatu ada sebab akibat. Gua ga ngebelain ‘pemerkosa’ dan nyalahin cara berpakaian wanita. Banyak juga kok kejadian pemerkosaan dan yang diperkosa adalah wanita berjilbab. How crazy that jerk is right? Sometimes, kejahatan itu terjadi karna ada kesempatan, niat atau memang udah mendarah daging predator on their blood.
4.       Kalo lagi jalan trus digodain sama orang, dipanggil-panggil “ssshhttt… shhtttt” “cewe.. cewe” or whatever, saya akan samperin si yang manggil dan saya akan konfrontasi mereka dengan menanyakan “sori mas, kita kenal?” atau “sori, jangan sok ganteng ya”. Disini gue SHOCKED!!!!

Me: “really, you that?”
Her: “Yes”
Me: “kamu bisa bela diri?”
Her: “No, saya seperti itu untuk menunjukan bahwa kita punya power, mereka ga bisa seenaknya goda-godain kita kaya gitu”
Me: “walaupun itu di tempat yang sepi dan mereka berkelompok, you still doing that?”
Her: “YES OF COURSE!”
Me: “woow! Kamu perempuan yang berani ya” (then I’ll ask the audience to give her applause)
I WILL NEVER EVER DO THAT! Gue ga boong kalo misalnya lagi jalan trus diganggui-gangguin kaya gitu rasanya RISIH! Dan ngedumel dalem hati apalagi kalo udah ketawa-ketawa cekikian. Well, what I’m doing is gue pura-pura gak denger. 
1. I’m not gonna waste my time hanya untuk ngurusin hal yang sebenernya ganggu sih, tapi for my own safety gue mending menghindar deh. 
2. Iya kalo disamperin mereka diem dan kaget, kalo tersinggung? Even worse lo ga diperkosa tapi lo diculik! Ih amit-amit jabang bayi deh.

Pernah denger kan istilah “Mulutmu Harimaumu” mending diem aja deh, kecuali mereka menggangunya sudah melewati batas dan masyarakat kita masih banyak yang rela melakukan hal bodoh saat mereka tersinggung. Duh! Kalo kamu digodain di jalan pura-pura ga denger aja ya, kalo kamu samperin trus ternyata jawaban mereka adalah “Ih GE-ER, yang digodain kan bukan situuuu!” (sambil nunjuk orang yang ada di belakang lo, MALU!) :))

The point is, kasus pemerkosaan sekarang ini sudah semakin meresahkan, ditambah terkadang media terlalu berlebihan dalam memberitakan kasus-kasus ini. There’s no safe place including your own home.. trust me, karna kasus pemerkosaan juga banyak terjadi di rumah sendiri.. bahkan ayah kandung juga tega memperkosa anaknya hanya untuk kepuasan sementara. Intinya, you have to start from yourself.. untuk mengurangu resiko-resiko kejahatan yang akan menghampiri. Berpakaianlah sepantasnya ketika sedang naik kendaraan umum, Ketika ada saudara di rumah, dimanapun. Jangan JUDES, please ini penting banget! Bukan berarti lo mesti senyam-senyum ga jelas ke orang ya.. you know, kita gak pernah tau apa yang bakal dilakukan seseorang kalo tersinggung sama kita ya kan? Toh baik sama orang juga ibadah.

Jadilah Kartini yang punya Attitude, Tau menempatkan diri, dan tidak meremehkan orang lain.

Selamat Hari Kartini! :)

love, @febicil