Tuesday, September 25, 2012

INSECURE SAMA PASANGAN

Insecure, kayanya semua pernah berada di momen seperti ini. saat merasa si A lebih ini, si B lebih itu dll. Insecure menurut gue adalah rasa tidak percaya diri pada seseorang yang tidak diungkapkan, jadi yang muncul adalah perasaan keki terhadap orang yang menurut dia 'Ancaman'. i've been there. :p

Rasa 'Insecure' terhadap pasangan juga beda tipis sama KEPO. ya, KEPO. Rajin banget liat timeline twitternya, liat siapa yang mention, DM, follow dll. Rajin banget 'berkunjung' ke facebooknya, ngecek siapa aja yang message. Rajin juga baca-baca BBM-nya dan berharap dia gak tau cara setting 'save history' jadi kita bisa liat isi chat-nya walaupun sudah dihapus. ANNOYING!

Rasa penasaran yang luar biasa membara (lebay :p) membuat gue jadi bertanya-tanya.. Kenapa sih seseorang bisa merasa 'Insecure' terhadap pasangan-nya? ini adalah beberapa artikel yang saya dapat lewat om Google 


"Hari ini ada yang menstate bahwa gw tidak peduli pada pasangan. Hanya karena gw jarang acak-acak fb dia, jarang nimbrung di twitternya, jarang buka-buka cek bbmnya. Ah masa-masa itu sudah lewat. Jauh tertinggal di kelamnya masa remaja, berserak dengan sisa-sisa rasa tidak aman yang menggelisahkan. Mungkin karena sekarang gw tidak lagi terlalu mau tahu apa yang dia lakukan, apa yang dia pilih, apa yang ia katakan. Karena kegiatan ‘mencari kebenaran’ memiliki satu resiko: kita akan menemukan kebenaran. Dan kebenaran tidak selamanya mengasyikan. Bisa jadi justru merusak pernikahan, merusak respek yang sudah ada hanya karena si dia message2an dengan cewek lain, dan hal-hal kontra produktif lainnya. Gw lebih memilih mengalihkan pandangan dan tak melihat apa yang tak perlu dilihat.


Memangnya kenapa kalau kita pantau pasangan? Mereka jadi ga bakal selingkuh, gitu? Kaum wanita sering terkecoh dengan status pernikahan. Jangan sampai tertukar antara memiliki komitmen dengan memiliki kesetiaan dan cinta selamanya. Dua hal yang berbeda.


Kepedulian berlebihan pada kegiatan pasangan di dunia maya bisa mencerminkan perasaan insecure seorang wanita. But the truth is, you can’t own someone. Even with marriage, and babies, and everything. Perasaan insecure, yang jujur dulu sekali pernah gw rasakan, muncul karena kita lupa tujuan kita menikah. Karena kita takut diselingkuhi, kalah bersaing dengan yang cantik, ditinggal oleh pasangan, dikhianati. Masalah si dia selingkuh atau nggak, centil atau nggak, that is not your concern sepanjang kita sudah mnjalankan kewajiban dengan baik."


Source : Klik Disini



"you can’t own someone. Even with marriage, and babies, and everything." 

membuka satu artikel, bikin gue makin KEPO (dan mencari pembelaan sih sebenernya) dan gue pun kembali ke om Google buat liat-liat blog lainnya yang juga ngebahas soal 'INSECURE'. Perasaan ini lama kelamaan bisa berubah menjadi hal yang negatif lagi yaitu 'POSESIF' wow, rasa ketidakpercayaan diri yang muncul dari diri kita sendiri bisa melahirkan hal-hal negatif lainnya yang berdampak gak bagus untuk suatu hubungan.. *tutupmuka*






Sebagai wanita, saya percaya diatas cewek kece masih ada yang lebih kece, diatas cewek yang pintar masih ada yang lebih pintar, diatas cewek seksi masih ada yang lebih seksi. Sekarang tergantung pada pasangan saja, kalau dia merasa nyaman karena kita sebagai wanita pede (dan mencintai diri kita apa adanya) dan tentu saja kalau si cowok tadi memang bukan buaya ya, hehe….. pastinya akan tetap bersama kita.
Karena mau di-posesif-in separah apapun, kalau memang pasangannya mental buaya darat-pun percuma saja, yang ada sebagai wanita kita akan terlihat sebagai mahluk paranoid yang membuat hidup pasangan menjadi ribet. Kamu nggak pingin terlihat sebagai perempuan rusuh kaaaann?
Source : Klik disini 

"Jadi? gue mesti gimana dong?"

Kalo menurut gue, kembali lagi kehubungan lo dan pasangan lo. seberapa baik komunikasi kalian satu sama lain. saat lo ngerasa Insecure terhadap pasangan lo, gak ada salahnya untuk lo ungkapkan perasaan lo itu dan buang jauh-jauh yang namanya GENGSI. Kasih alasan yang paling masuk akal sama pasangan lo kenapa lo merasa tidak nyaman dengan situasi tersebut. syukur-syukur pasangan lo mau mengerti dan sama-sama mencari jalan keluarnya. Tapi kalau pasangan lo malah balik marah dan bilang 'GAK PENTING' bukannya bikin lo merasa nyaman.. well, as an adult you know which one the good and bad. The choice is yours. Apakah lo akan menikmati rasa 'insecure' tersebut selamanya tanpa ada sedkitpun perubahan dari dia? atau, looking for someone else who will make you comfort. 

The Most important thing is, LEARN TO TRUST SOMEONE! tuhan gak tidur kok, kalopun akhirnya pikiran-pikiran positif lo tersebut salah, tuhan pasti akan kasih petunjuk buat lo.

SEMANGAT AND STAY AWAY FROM 'INSECURE' FEELING! 

love, @febicil