Tuesday, April 10, 2012

Berbagi dan Berbagi

Belakangan ini saya bertemu dengan orang-orang hebat. Wanita-wanita hebat. Hebat dengan keterbatasan mereka, mereka masih bisa berkarya dan membaginya ke dalam sebuah buku. Ya buku. Entah kenapa belakangan ini saya dekat sekali dengan buku. Entah itu dalam bentuk proses atau talkshow bersama para penulis-penulis hebat ini.  

saya bangga menjadi teman dekat nya Angkie. Walau tuna rungu, dia tetap berlari menhgejar mimpinya untuk menjadi wanita karir dan duduk di kursi 'ngik ngik'. Saya bangga dengan Marisza Cardoba, dengan sahabat yang tuhan berikan kepadanya, dengan keterbatasan fisik ia memanfaatkan otaknya untuk bekerja lebih keras dan akhirnya duduk menjadi ceo dari sebuah perusahaan. Saya bangga dengan Bunga Mega, dia membuat suatu community bernama cewequat dan mengumpulkan cewe-cewe dengan beragam liku permasalahan-nya untuk sharing di komunitas ini. Saya bangga dengan Oki Setiana Dewi. Saya kenal dia dari talkshow dimana saya jadi mc-nya waktu itu. Saya amaza sama dia, umur 23 tahun tapi sudah menemukan allah. Berjilbab, menghapal alquran dan mengajar ngaji tidak hanya untuk anak-anak tapi juga para narapidana di penjara. Wow. Dan masih banyak sekali wanita-wanita hebat diluar sana yang saya gak tau.

Kemudian saya kembalikan kepada diri saya. Berbagi, itu semua yang mereka katakan dan inginkan dari karya tersebut. Berbagi, apa yang sudah saya berikan kepada orang sekitar saya?


Cita-cita? Banyak. Dari kecil, cita-cita saya adalah ingin jadi artis. Ya artis. Waktu sd saya narsis banget dulu, sering nyanyi-nyanyi disertai tarian ala-ala girlband masa kini dan bergaya bak superstar seakan-akan yang nonton ribuan orang.


Masuk smp, saya suka sekali membeli majalah. Kerjaan saya, menggunting-gunting beberapa bagian dari majalah dan saya jadikan satu, voila! Jadilah poster hand-made buatan saya sendiri dan saya tempel dikamar tidur. Waktu smp, saya juga bercita-cita menjadi seorang penyiar. Dulu, ada pelajaran bahasa arab di sekolah saya. Kita belajarnya di lab yang menggunakan earphone, kaya penyiar-penyiar radio gitu. Seringkali yang lain mencatat apa yang mereka dengar, sedangkan saya membawa majalah dan mebacakan-nya ( dengan suara pelan tentunya ) seakan-akan sedang siaran di radio.


Masuk ke sma, saya masuk ke club basket. Ah, this is not me. Sport, bukan saya sama sekali. Akhirnya, saya membentuk satu ekskul baru yaitu Dance ( which is belum ada di sekolah saya waktu itu ). Saya yang memilih lagu, membuat koreografi dan mengajarkan-nya pada teman-teman. Saat naik ke kelas 2 dan 3, saya pun mengajarkan koreo kepada adik-adik kelas. Saat itu, bangganya luar biasa. Jadi kakak kelas, anak dance dan koreografer pula.
sekarang, boro-boro. buat nyiptain satu koregrafi itu kok rasanya susah minta ampun.

Begitu banyak hal yang saya suka, tapi satu. Saya gak fokus. Akhirnya semua berceceran entah kemana. Untungnya, saat masuk kuliah. Saya dapat kesempatan magang. Pilihan-nya dua waktu itu, antara magang dimajalah atau di radio. Pilihan jatuh ke Radio. And here I am now. Menggapai salah satu mimpi saya menjadi seoorang penyiar. Alhamdulilah.


Diary, yess saya suka banget nulis diary. Tapi lupa, kapan terakhir kali saya nulis diary. Kayanya,diary itu hanya jadi sahabat terbaik dimasa-masa SD ke SMP aja deh. SMA sampe sekarang, I tottally forget about my diary.


Sekarang, selain menjadi penyiar dan ( akhirnya ) bisa naik dari stage ke stage walaupun bukan sebagai seorang penyanyi tapi MC. Dan saya juga bekerja sebagai seorang PR publicist. Saya mulai mencari-cari, tuhan sudah memberikan jalan bagi saya untuk mengejar mimpi-mimpi saya, tapi, kenapa saya begitu egois hanya memikirkan diri sendiri, pakai kacamata kuda untuk mengejar mimpi tanpa memperhatikan sekitar saya?


Saya mau berbagi, saya mau bermanfaat bagi orang lain.
 Itu mimpi saya yang lain, yang harus segera saya wujudkan. Bagaimana dengan kamu?