Monday, November 7, 2011

Woman : Housewife - Career - Social life

Perempuan jaman sekarang itu hebat menurut gue. Apalagi perempuan yang bekerja + sudah menikah + punya anak. Well, I am not married yet. Cuman, ga kebayang aja if oneday I am marriage and i have to takecare of my husband, my child, my career, my look, my social life, at the same time!. It drives me crazy just to imagine that.

"Sanggup ga ya?"

Thank you to RA Kartini and thank you to kemajuan jaman, kemajuan tekhnologi atau apapun itu yang menyokong para perempuan untuk jadi mandiri. Lihat deh sekeliling lo, sekarang banyak banget wanita-wanita mandiri, million!.
But somehow, dunia jg banyak kehilangan para 'housewife' yang selalu bangun lebih awal, membersihkan rumah, menyiapkan makanan, menjaga anak-anaknya.

"Kan ada pembantu yang siap untuk mengerjakan semua urusan rumah?"

"Iya kalau ada,kalau enggak?!?. Apalagi sekarang semua orang (rata-rata) 'lack of trust'. Nyari pembantu sama aja kaya nyari jarum dalam jerami cuy!"

So, when we lose a 'real' housewife. Lahirlah satu spesies baru called 'househubby' (hubby: just to make it sound a lil bit cute!). Yes! A man whose better than us in the kitchen, taking care of the kids, cleaning the house and other housewife jobdesk.

The world is upside down, a woman is the money maker now.

Once again, I am not marriage yet. Ini cuma apa yang gue liat dari kacamata gue.

Your lucky, if you're a career woman, marriage dan dapet suami yang baik, pengertian dan Multitalented. Iya, Multitalented. Bisa masak, bersih-bersih rumah, ga males, ga manja dan ga banyak nuntut. It's like a dream boy for a marriage career woman.
Or maybe, you're pretty and smart enough (smart, banyak cewek sekarang cantik tapi kurang-smart) and you're marriage with a super nice rich man. Atau menikah dengan seorang sultan but endup with physical abusement. Atau menikah dengan pejabat, jadi istri kedua/simpanan/apalah itu namanya (this what I called 'kurang-smart') tapi segala kebutuhan lo tercukupi bahkan lebih dari cukup. atau mungkin lo cukup beruntung karena your grand-grand-grand father itu kayanya ga ketulungan, 7 turunan! well, uang bisa habis it's only a matter of time.

"But, how's if you're not that lucky?"

Lo harus jadi 'housewife' yang mengurus segala macam tetekbengek urusan rumah, suami dll. Lo harus jadi money maker juga karna segala sesuatunya saat ini entah kenapa 'mahal'. Dan lo pasti harus bisa mengimbangi itu semua sama kehidupan sosial lo, Penampilan, hangout, refreshing etc.

"How is that possible?"

Housewife
I'm still single, haven't marriage yet. Semenjak ditinggal papa bulan agustus kemarin dan karna I-am-the-only-child and my mom is 66th years old now. Even though I am not marriage, mau gak mau gue jadi 'harus' belajar gimana caranya ngurus rumah.
And it's totally different, bersihin rumah sama bersihin kamar kosan. Kosan, in 5 minute,done!. Rumah, gue bangun jam 4 pagi pun, kayanya ga selesai-selesai. Padahal, tiap hari bangun jam 4, yang gue lakukan adalah nyapu, elap-elap perabotan (cuz I'm allergic to dust) sama nyiram tanaman tok, tapi rasanya rumah ga rapih-rapih. To be honest, I'm not good at cooking, and never ever in my life I washed my own laundry (except for my own underwear).
Pembantu? Ini yang gue bilang saat ini rata-rata orang 'lack-of-trust'. I'm just one of them.
this moment, gue menyadari betapa susahnya ngurus rumah. asli! tiap hari ada aja sesuatu yg harus di take-care and this is why i also wrote this on my blog.

Career
Career woman is everywhere. Coba liat media-media online, media cetak, media tv setiap hari pasti ada kisah tentang seorang wanita mandiri dan sukses yang diangkat jadi cerita and of course to inspired and motivate.
Tapi pernah ga lo berpikir..

"what's a story behind their succeed?"
"is she happy with all the money she gain? Is she marriage? is she have a happy family? Is she have time with her childern? Is she still have time foor herself? Despite all the crazy time she spent doing bussiness?" And many more.

Siapa yang ga mau punya karir bagus?
since i was 18th, gue udah memulai kerja. awalnya hanya karena supaya gak keseret-seret sama pergaulan yang 'expensive' di jakarta. 3 bulan kerja jadi field team di Reasearch Consultant, i give up!. waktu itu gue sangat kaget sama lingkungan dunia kerja yang 'fake' dan 'jilatmenjilat' sampe kenal dengan istilah 'main aman'. Umur ga bisa bohong, gue terlalu polos waktu itu untuk masuk ke lingkungan kerja. i love to organize something and editing is my passion (that time!) so my 2nd job is at Production house as a creative. again, bertahan satu tahun aja. Finally, one of my bestfriend introduce me to a broadcast life (it used to be only in my dream).

now, living in a broadcast life (a dream come true job), I'm still trying to reach my goal, my dreams. perjalanan gue masih sangat panjang.
Thank god, I am not marriage yet. So, Tanggung jawab gue is just only for my mom now.
Broadcast life is totally different with office life.

Office life : monday-friday, 9-5, weekend (kalo ga lembur) spending time with your family or istirahat sepuas-puasnya.
Broadcast life : ga kenal waktu. Bisa sehari cuma on-air 2jam sampe 4jam aja atau kalo lagi super hectic lo bisa kerja dari jam 6 pagi sampe jam 12 malam, bahkan di weekend!. But sometimes, you just layin down all day long when your schedule is off.

sometimes, when you're a 'workaholic' woman it can change the way you think. lo bisa berpikir

"oke, gue bisa melakukan semuanya sendiri. so, i don't need a man in my life"

there's a woman i knew, a real 'workaholic', sukses karirnya, but not in her love life. she's 40-something years old, don't have a boyfriend (bahkan dia gak nyari!) dan gak mau nikah! my god.

"despite all the succeed we have, we're just a human being. we need someone to rely on, we need love for god sake!"

kesibukan, ambisi, hectic work time, can change your ego.

As a growing up woman i realized. kalo sekarang aja semuanya serba mahal, gimana nanti kalau gue udah punya anak dll. gue (dan semua orang) pasti pengen anaknya nanti masuk ke sekolah paling bagus, dapet pendidikan terbaik, berada dilingkungan yang baik dll.

so as time goes by, we have to work harder and harder. siapa yang ga mau foto kita ada di kolom utama koran-koran, cerita kita diangkat di TV everyone is watching our succeed not our personal life.

Social Life
'Manusia adalah mahluk sosial'
kita, hidup pasti butuh bersosialisasi. my mom, she never go out semenjak papa sakit dan setelah papa pergi pun dia jadi seseorang yang menutup diri. Seribu rayuan dan seribu cara gue pake supaya nyokap mau bergaul lagi dengan dunia luar. she's old, all she have to do is enjoy her life now. tapi dia gak bisa dipaksa, ya mau gimana.


ketika kita kurang bersosialisasi, kita pasti akan berubah menjadi individu yang egois
.

We need our social life to share about everything. Someone to share Happiness, Sadness, Current issues, Newest Gossip and our personal life. Someone to talk. Every single person in this world need someone called Friends.

coba deh liat ibu-ibu gaul yang hobinya (read: Kerjanya) nongkrong setiap hari, nge-wine sama temen-temennya, Arisan mulu, ke club, shopping seharian, yang ada dipikiran gue (atau mungkin lo juga)

"pasti rumah tangga-nya gak bahagia"
"how come dia bisa spent waktu seharian happy-happy, emang gak ada yang diurus dirumah?"
"suaminya kemana sih? anaknya siapa yang urus?" dll.

Di mulut, pasti yang keluar adalah komentar positif tetang habbit si ibu-ibu gaul ini. bahkan mungkin bermimpi

"ntar kalo gue udah tua, gue mau kaya gitu. masih bisa nongkrong sana-sini, belanja sepuasnya, pulang pagi, tetep cantik, modis dll"


dan gak mau munafik, dulu pun gue maunya kaya gitu.

"wake up! yess if you're a lucky girl, if not? be realistic, please!"

karena yang kita lihat cuma covernya aja, kita gak melihat 'what's inside'. There's a few people who cry in their smile. dan sekarang kalo melihat model-model kaya gitu di mall, bukan-nya iri malah sebaliknya i feel sorry for them. they got all the money, but they dont have much love in their life.

Saat ini, networking is one of the key to succeed.

"dimana kita bisa dapet networking yang bagus?"
"ya bergaul!"

okey, bergaul disini bukan berarti lo harus-jadi-anak-super-gaul yang kerjanya cuma party, party and party. once in month it's okey, just for havin fun. Semua akan terasa lebih mudah kalau lo belum punya tanggung jawab. Entah itu tanggung jawab karena lo masih sendiri (belum menikah) atau tanggung jawab lain-nya.

"Rata-rata orang baru mau berpikir dengan keras dan mencari jalan keluar dalam situasi terdesak bukan?"

menurut gue gak cukup kayanya 7 hari 24 jam sehari untuk bisa menyeimbangi kodrat kita as a housewife-career-social life. itu baru tiga, masih banyak hal lain-nya yang harus kita perhatikan as a woman. our me-time, penampilan kita dll. tapi balik lagi, dari semua yang akan kita jalanin atau sudah kita jalankan,
As time goes by, we will figure it out how to combine the housewife thing-career-social life. It's a lifetime proccess. Different person, different way. It's all about decision. You know what you choose and you know all the risk. Manusia bisa karena terbiasa.

No matter what, you have to be gratefull with everything you have.


so, if there is a woman who really really could make it! i dont know how many thumbs i'll give her.

me, still figure it out how to balance it all.

"how about you? can you make it?"


xo,
Febrina Stevani