Wednesday, September 14, 2011

SECARIK SURAT UNTUKKU

Nak.. ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.
Mengertilah, Bersabarlah sedikit terhadap aku.

ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu,
ingatlah bagaimana dulu aku mengajarimu.

Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.

Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur.


ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku. Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?

Ketika aku tak paham sedikitpun tentang technologi dan hal-hal baru, jangan mengejekku. Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap "mengapa" dari dirimu.

Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk memapahku.
seperti aku memapahmu saat kau berjalan waktu masih kecil.

Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah waktu aku untuk mengingat.
sebenernya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau ada disamping dan mendengarkan, aku sudah sangat puas.

ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka.

Mengertilah aku, Dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai belajar menjalani kehidupan.

waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku.

Beri aku cinta dan kesabaran,
aku akan memberikan senyum penuh rasa syukur.. dan dalam senyum ini terdapat cintaku yabng tak terhingga untukmu. Tertanda, Ayah dan Ibumu.





"secarik Surat untukku" gak tau asal muasalnya darimana, but you have to read it. saya dapet ini dari mas rico ceper saat kita lagi membicarakan tentang orang tua kita yang sudah kembali seperti anak kecil karena usia.
spent ur time as much as you can with them...

sayangi orang tua kamu, seperti mereka menyayangi kita sebandel apapun kita. ;)


xo

Febrina Stevani