Saturday, September 11, 2010

PETASAN!!

Yang namanya lebaran itu pasti identik juga sama satu benda yg disukai sama anak kecil but sometime,adult poeple HATE it!! PETASAN.

Well,ini udah hari kedua idul fitri. Masih aja loh dibelakang rumah saya anak2 kecil pd main petasan. Bukannya udah ga boleh lg ya pedagang2 petasan memperjualbelikan si petasan ini,karena banyak bgt anak2 kecil yg jd korban gara2 petasan. Sampe tangannya putus segala.. Hiiiy..

Nah.. Jd penasaran sama petasan ini,apa sih maknanya,dr mana asal usulnya si petasan ini.. Here we go...



Petasan (juga dikenal sebagai mercon) adalah peledak berupa bubuk yang dikemas dalam beberapa lapis kertas, biasanya bersumbu, digunakan untuk memeriahkan berbagai peristiwa, seperti perayaan tahun baru, perkawinan, dan sebagainya. Benda ini berdaya ledak rendah atau low explosive. Bubuk yang digunakan sebagai isi petasan merupakan bahan peledak kimia yang membuatnya dapat meledak pada kondisi tertentu

Dan ternyata sejarah petasan bermula dari Cina. Sekitar abad ke-9, seorang juru masak secara gak sengaja mencampurtiga bahan bubuk hitam (black powder) yakni garam peter atau kalium nitrat, belerang (sulfur), dan arang dari kayu (charcoal) yang berasal dari dapurnya. Ternyata campuran ketiga bahan itu mudah terbakar.

Jika ketiga bahan tersebut dimasukan ke dalam sepotong bambu yang ada sumbunya yang lalu dibakar dan akan meletus dan mengeluarkan suara ledakan keras yang dipercaya mengusir roh jahat. Dalam perkembangannya, petasan jenis ini dipercaya dipakai juga dalam perayaan pernikahan, kemenangan perang, peristiwa gerhana bulan, dan upacara-upacara keagamaan.

Baru pada saat dinasti Song didirikan pabrik petasan yang kemudian menjadi dasar dari pembuatan kembang api karena lebih menitikberatkan pada warna-warni dan bentuk pijar-pijar api di angkasa hingga akhirnya dibedakan. Tradisi petasan lalu menyebar ke seluruh pelosok dunia.

Di Indonesia sendiri tradisi petasan itu dibawa sendiri oleh orang Tionghoa. Seorang pengamat sejarah Betawi, Alwi Shahab meyakini bahwa tradisi pernikahan orang Betawi yang menggunakan petasan untuk memeriahkan suasana dengan meniru orang Tionghoa yang bermukim di sekitar mereka.

Di Indonesia, petasan sudah menjadi sesuatu yang biasa dipakai untuk berlebaran dan saat bulan Ramadhan. Kebanyakan banyak anak sesudah sahur bukannya istirahat, malah bermain petasan dan kembang api. Mereka dengan seenaknya melemparkan petasan – petasan yang mereka bawa kepada temannya atau mobil yang sedang lewat,tanpa memikirkan akibatnya.

Petasan dan sebangsanya memang barang gelap, artinya benda larangan. Sejak zaman Belanda sudah ada aturannya dalam Lembaran Negara (LN) tahun 1940 Nomor 41 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Bunga Api 1939, di mana di antara lain adanya ancaman pidana kurungan tiga bulan dan denda Rp 7.500 apabila melanggar ketentuan "membuat, menjual, menyimpan, mengangkut bunga api dan petasan yang tidak sesuai standar pembuatan".

Mungkin karena peraturan tersebut sudah kuno dan terlalu ”antik”, maka pemerintah telah mengeluarkan berbagai macam peraturan, diantaranya UU Darurat 1951 yanag ancamannya bisa mencapai 18 tahun penjara.

Kebayang ga siy kalo si anak2 kecil itu main petasan dan main lempar2 aja ke orang lain,ke rumah atau ke mobil. Efeknya kan BAHAYA!!! (˘_˘")

Well,buat kamu yg pengen tau lebih detailnya tentang petasan boleh visit ke sini http://id.wikipedia.org/wiki/Petasan disitu dejelasin lebih detail mengenai bahan2 dari si petasan itu sendiri.

Wikipedia is always help! :)

Happy ied ya and please stop main petasan.. :D

Cheers,
@febicil